SOAL LOMBA KIHAJAR SMP NEGERI 1 BANTUL

KLIK SOAL DI BAWAH INI :

MASTER SOAL KIHAJAR SMP 1 BANTUL

Iklan

LEMBAR JAWABAN LOMBA KIHAJAR SMP NEGERI 1 BANTUL

KLIK LEMBAR JAWABAN LOMBA KIHAJAR SMP 1 BANTUL DI BAWAH INI :

https://guruinovatif-my.sharepoint.com/personal/ekomargiyanto_guruinovatif_net/_layouts/15/guestaccess.aspx?guestaccesstoken=uOBTP4THkvR7oNld8XvPfQnBehCJtc6ZVNpk4Mb6UO0%3d&docid=1_18034f4a620b44deabbf249f4091ea8f4&wdFormId=%7B512F23BB%2DA8B9%2D4879%2D8F38%2D97A813B1A581%7D

Pengumuman Lomba Kihajar

PENGUMUMAN PESERTA KIHAJAR

LOMBA KIHAJAR

Materi Lomba Kihajar meliputi mata pelajaran IPA, Matematika, Pengetahuan Umum.

Waktu Pelaksanaan Senin tanggal 10 September 2012

NILAI TIK KELAS 8 MID SEMESTER 2 TAHUN 2010

Tahun 2012

Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.

Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Hasil Ujian TIK dari Propinsi DIY Kelas 7

7A 7B 7C 7D 7E 7F
NIS NILAI NIS NILAI NIS NILAI NIS NILAI NIS NILAI NIS NILAI
10919 70 10948 62 10977 60 11006 52 11034 58 11062 64
10920 66 10949 66 10978 64 11007 58 11035 60 11063 62
10921 64 10950 60 10979 66 11008 54 11036 58 11064 56
10922 66 10951 68 10980 60 11009 56 11037 66 11065 54
10923 64 10952 70 10981 62 11010 60 11038 70 11066 62
10924 64 10953 58 10982 62 11011 11039 62 11067 66
10925 60 10954 62 10983 64 11012 58 11040 58 11068 56
10926 66 10955 60 10984 62 11013 62 11041 58 11069 62
10927 64 10956 66 10985 70 11014 64 11042 64 11070 60
10928 10957 66 10986 68 11015 58 11043 68 11071 56
10929 60 10958 62 10987 66 11016 56 11044 66 11072 60
10930 68 10959 76 10988 48 11017 60 11045 68 11073 64
10931 64 10960 58 10989 58 11018 54 11046 60 11074 62
10932 58 10961 62 10990 58 11019 64 11047 64 11075 66
10933 66 10962 70 10991 64 11020 66 11048 60 11076 54
10934 52 10963 10992 62 11021 56 11049 62 11077
10935 66 10964 54 10993 60 11022 60 11050 64 11078 74
10936 74 10965 54 10994 66 11023 62 11051 60 11079 70
10937 68 10966 60 10995 64 11024 62 11052 58 11080 68
10938 60 10967 56 10996 62 11025 60 11053 56 11081 56
10939 80 10968 62 10997 70 11026 64 11054 70 11082 64
10940 70 10969 48 10998 64 11027 62 11055 56 11083 62
10941 66 10970 54 10999 66 11028 48 11056 62 11084 58
10942 58 10971 62 11000 64 11029 68 11057 56 11085 68
10943 60 10972 62 11001 58 11030 64 11058 62 11086 70
10944 72 10973 58 11002 60 11031 56 11059 54 11087 56
10945 64 10974 60 11003 68 11032 60 11060 58 11088 64
10946 52 10975 62 11004 62 11061 60 11089 62
11005 66